Colaboratif Governance Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat dengan Usaid Garap KSK Sekonyer
USAID SEGAR mengadakan Audiensi dengan Bappedalitbang Kabupaten Kotawaringin Barat pada hari Jum’at tanggal 24 Januari tahun 2025 tentang Kawasan Strategis Kabupaten Lankskap Sekonyer. Kegiatan ini dihadiri oleh OPD terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang , Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan tiga (3) NGO Friend Nature People and Forest (FNPF), Yayasan Permata Ibu, Kelompok Tanjung Lestari yang selalu aktif didalam mengikuti kegiatan KSK ini serta diikuti juga oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah secara daring.
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan di kabupaten tersebut. Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) juga merupakan bagian dari rencana tata ruang wilayah Kabupaten.
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Lanskap Sekonyer yang sudah di disusun oleh Dinas PUPR Kabupaten Kotawaringin Barat bersama dengan Mitra Kerja dari USAID SEGAR dan sudah masuk kedalam review RencanaTata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2024 dan pada Tahun 2025 direncanakan akan di susun Rencana Detail Tata Ruang Lanskap Sekonyer PUPR bersama dengan Mitra dari USAID SEGAR.
Dalam Paparannya “USAID SEGAR” menyampaikan Kawasan di Daerah Desa Sekonyer merupakan Hutan Area Penggunaan Lain (APL) dengan keanekaragaman hayatinya seperti 101 spesies burung salah satunya burung bangau storm (bangau hutan rawa) di dunia ini hanya ada sebanyak 300 individu dewasa, 114 spesies jenis tumbuhan, 25 jenis diantaranya pohon pakan untuk bekantan, 41 spesies ikan, 9 spesies primate salah satunya adalah jenis Tarsius yang paling banyak dicari oleh para toris pada saat pengaamatan satwa malam dan 35 jenis mamalia.
Latar belakang pembuatan Kawasan Strategis Kabupaten Lanskap Sekonyer yaitu : 1.Lanskap Sekonyer terletak di Sungai Sekonyer, dari hulu ke hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah 2.Merupakan zona penyangga Taman Nasional Tanjung Puting, objek wisata berbasis alam utama di kawasan ini, yang sudah terkenal di dalam dan luar negeri 3.Lanskap Sekonyer merupakan zona penyangga Cagar Biosfer Tanjung Putting yang didirikan pada tahun 1977 4.Memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan penting untuk dipertahankan serta dikelola dengan baik agar keberadaannya dapat selalu terjaga 5.Kesadaran dan komitmen dari Masyarakat Desa Sekonyer untuk menjaga kelestarian Hutan agar tidak terjadi deforestasi, dan degradasi hutan yang disebabkan oleh konversi lahan, penambangan liar, penebangan liar, perambahan skala kecil, dan kebakaran hutan.
Pentingnya dan Relevansi Konservasi di Lanskap Sekonyer Secara lingkungan, Kaya akan keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi spesies yang terancam punah dan endemic yang dilindungi. Lanskap Sekonyer juga berfungsi sebagai zona penyangga pelindung Taman Nasional Tanjung Putting, Secara sosial, penting untuk kesejahteraan masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alamnya. Upaya konservasi menopang ekonomi lokal sambil melestarikan tradisi budaya yang terkait dengan pemanfaatan ekosistem yang berkelanjutan dan Secara ekonomi, Lanskap Sekonyer adalah pusat ekowisata, menawarkan pengalaman unik seperti melihat satwa liar, atraksi budaya dan ekonomi kreatif yang lain.
Kepala Bappedalitbang Juni Gultom sebagai pimpinan rapat sangat menyambut baik Audiensi dalam rangka mengembangkan Kawasan Strategis Kabupaten Lanskap Sekonyer.
“Ada sedikit kelemahan yang didapati yaitu terkait Sumber Daya pengelolaan KSK Lanskap sekonyer nantinya, maka diharapkan bisa melakukan kolaborasi berbagai pihak misalnya melakukan kerjasasama dengan pengelola integrated area development (IAD) yang sudah dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Barat seperti Masoraian dan belajar dengan Desa Sabuai yang telah melakukan hilirisasi berbasis sumber daya alam dari nipah menghasilkan gula semut dan gula merah. Sesuai dengan arahan Presiden RI Hilirisasi berbasis sumber daya alam menjadi skala prioritas 5 tahun kedepan dan dijabarkan oleh Kementrian Desa PDTT bahwa hilirisasi dilajutkan sampai dengan Tingkat Desa Berbasis Potensi Lokal. Di Kabupaten Kotawaringin Barat bentuk – bentuk HIlirisasi berbasis Sumber Daya Alam sudah dilakukan seperti madu kelulut di Perhutanan Sosial Mendawai, Hilirisasi Kebun nanas dari Mendawai Seberang berupa dodol dan selai roti serta masih banyak potensi – potensi desa “One Village One Product” yang bisa dikembangkan di Kabupaten Kotawaringin Barat“ujar Juni Gultom.