Potret Daerah

SEKILAS POTRET DAERAH

Kondisi Geografis, Wilayah Administrasi, Topografi dan Klimatologi

Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun, berada di Propinsi Kalimantan Tengah dan terletak di daerah khatulistiwa diantara : 1°19’ sampai dengan 3° 36’ Lintang Selatan, 110° 25’ sampai dengan 112° 50’ Bujur Timur. Terletak di antara 3 kabupaten tetangga yaitu;

  • sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Lamandau
  • sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Seruyan
  • sebelah barat berbatasan denganKabupaten Sukamara dan
  • sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 10.759 km2. Dengan adanya pemekaran wilayah Kabupaten sesuai dengan UU No. 5 tahun2002, Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.

Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai yaitu menjadi Kecamatan Kumai, Kecamatan Pangkalan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng. Sehingga saat ini Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki 6 kecamatan yakni ; Kecamatan Kumai, Arut Selatan, Arut Utara, Kotawaringin Lama, Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng.

Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.921 km2 (28,13 % luas kabupaten), dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan kecamatan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3,08 % luas kabupaten).

Topografis Kabupaten Kotawaringin Barat digolongkan menjadi 4 bagian dengan ketinggian antara 0-500  m  dari permukaan laut dan kemiringan antara 0-40%, yaitu dataran, daerah datar berombak, daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit yang terdiri dari :

  • Sebelah Utara adalah pegunungan dan macam tanah Lotosal tahan terhadap erosi
  • Bagian Tengah terdiri dari tanah Podsolik Merah Kuning, juga tahan terhadap erosi
  • Sebelah Selatan terdiri dari danau dan rawa Alluvial/Organosal banyak mengandung air

Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut, Sungai Kumai, dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter.

Iklim daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Pada 2012 Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April yaitu 365,6 mm, jumlah hari hujan tercatat 200 hari dan bulan Desember merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 27 hari. Suhu udara maksimum berkisar antara 33,6°C – 31,2°C dan suhu minimum antara 23,4°C – 21,2°C dengan kelembaban udara antara 85 – 93 %, dengan kecepatan angin maksimal 35 knot.

Penduduk dan  Ketenagakerjaan

Pada pertengahan tahun 2012 Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki penduduk sebanyak 245.143 jiwa. Sex rasio penduduk Kotawaringin Barat pada tahun 2012 diatas 100 yaitu 112. Hal ini berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan dengan pembagian 52,93% laki-laki dan 47,07% perempuan.

Persebaran penduduk masih belum merata. Saat ini penduduk terkonsentrasi di Kecamatan Arut Selatan yakni 101.925 jiwa, dan paling sedikit berada di Kecamatan Arut Utara yakni sebanyak 16.218 jiwa.

Berdasarkan luas wilayah dibanding dengan jumlah penduduk yang ada, kepadatan penduduk Kotawaringin Barat tergolong jarang, yaitu rata-rata hanya sekitar 23 orang per km perseginya. Jika dilihat berdasarkan Kecamatan paling padat penduduk adalah Kecamatan Pangkalan Lada yakni 126 jiwa/km2  dan yang paling jarang adalah Kecamatan Arut Utara dengan kepadatan 6 jiwa/km2.

Berdasarkan usia,  penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia produktif (umur 15 tahun ke atas). Dengan demikian, Kabupaten Kobar sebenarnya memiliki potensi tenaga kerja yang cukup banyak.

Sebagian besar (19,58%) penduduk berumur 15 tahun keatas bekerja di sektor Pertanian, disusul perdagangan sebesar 8,97% sedangkan sektor terkecil penyerapannya adalah sektor listrik dan  air minum yaitu sebesar  0,21%.

Jumlah pencari kerja yang terdaftar pada Disnakertrans Kotawaringin Barat tahun 2012 tercatat sebesar 3.544 orang. Pencari kerja terbanyak adalah mereka yang tamatan SLTA yaitu sebesar 49,66%, disusul Sarjana/S1 sebesar 23,59%, Diploma III sebesar 21,76%, SLTP sebesar 4,37% dan SD sebesar 0,17%. Dari data tersebut ternyata masih banyak lulusan S1 yang belum mendapatkan pekerjaan.

Kondisi Sosial Budaya dan Event Tahunan

Penduduk Kabupaten Kotawaringin Barat bersifat multietnis. Adanya kegiatan transmigrasi telah mendorong proses akulturasi dan asimilasi yang baik antar penduduk lokal dan pendatang  di wilayah ini. Kondisi ini telah memperkaya khasanah kebudayaan yang dimiliki oleh  Kabupaten Kotawaringin Barat, mulai dari kesenian musik, tari, adat istiadat hingga busana.

Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar event tahunan untuk menyambut hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat yang diperingati tiap tanggal 3 Oktober. Beberapa kegiatan yang memeriahkan event tahunan ini antara lain:

a. Pawai Budaya Nasi Adat

Pawai Budaya Nasi Adat ( Tumpeng nasi kuning dengan hiasan khas ) yang diarak keliling kota dengan rute tertentu. Pawai ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang mewakili desa / kelurahan dan kecamatan masing-masing serta didukung oleh seluruh dinas atau instansi se-Kabupaten Kotawaringin.  Puncak pawai ini bertempat di Balai Sembaga Mas, di balai tersebut dilakukan doa bersama untuk kemajuan dan keselamatan daerah.

b. Sumpit

Sumpit merupakan salah satu ketrampilan tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang dan masih dikuasai oleh generasi muda di Kabupaten Kobar.   Dalam perlombaan sumpit, peserta yang kebanyakan kaum laki-laki diwajibkan meniup mata sumpit yang ditempelkan pada ujung tongkat panjang. Mata sumpit tersebut harus berhasil menempel pada sasaran yang telah ditentuntan jarak dan ketepatannya.

c. Besei Kambe/Dayung

Ketrampilan dayung juga diperlombakan, yakni dengan jumlah peserta sekitar 12 orang per perahu. Dalam lomba ini dituntuk kekompakan mendayung dan kecepatan tim.

d. Tari-tarian

Tarian “KEMBANG PANDAN” merupakan salah satu tarian yang bisa dinikmati dalam acara hari jadi daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Tarian ini berasal dari daerah pedalaman Dayak Kotawaringin Barat.

Tarian “BAGONDANG” merupakan tarian adat yang dilakukan untuk menerima tamu-tamu kehormatan.

Tarian “MANUNGGAL” juga merupakan tarian yang berasal dari pedalaman yaitu tarian yang menggambarkan menanam padi secara bergotong-royong.

Tarian “KIPAS DAYUNG” merupakan tarian yang dibawakan oleh putri Dayak Kotawaringin Barat.