KPU Terapkan Mekanisme Bagi Pemilih

Diposkan oleh: pada 02 Jul 2014, dalam Kategori Uncategorized

SELURUH warga negara dipersilakan menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014, termasuk para pemilih yang berdomisili di luar negeri. Komisi Pemilihan Umum meng­akomodasi seluruh warga negara Indonesia di luar ne-geri untuk menyalurkan hak pilihnya. Bagi yang belum terdaftar sama sekali, baik di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Khusus (DPK), KPU menerapkan mekanisme tersendiri.

“Yang tidak terdaftar di DPT, DPK luar negeri, atau hari H datang, karena belum terdaftar di mana-mana kita beri pelaya-nan. Juga ada ketentuannya, 2 jam sebelum pemungutan suara ditutup,” kata anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Senin (30/6).
Menurut Ferry, cara itu mempertimbangkan surat suara yang tersedia. Dengan begitu, surat suara yang seharusnya untuk DPT, atau DPK yang sudah terdaftar itu tidak terpakai mereka yang baru datang. “Tetap diberi hak tapi 2 jam sebelumnya. Kalau di Indonesia 1 jam sebelumnya. Ini keputusan MK, ini harus dipahami.”
Ferry menegaskan, bagi yang belum terdaftar, dibolehkan pagi-pagi mendaftar meskipun tidak dapat langsung mencoblos. Mantan Ketua KPU  Jawa Barat ini menyarankan pulang terlebih dulu, setelah tiba waktunya ke TPS lagi. “Beri tahu majikannya, nyoblosnya di jam-jam terakhir.”
Pemungutan suara di luar negeri dilaksanakan lebih awal, yaitu 4-6 Juli 2014, dibanding di dalam negeri, 9 Juli 2014. Jumlah pemilih yang tercatat dalam DPT sebanyak 2,2 juta lebih. Pelaksanaannya ditetapkan pada hari libur.
Ketentuan itu diatur dalam peraturan KPU nomor 20 Tahun 2014 tentang Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Bagi WNI di Luar Negeri dalam Pilpres 2014. Sementara model pemungutan suaranya, masih sama seperti pada saat Pemilu Legislatif lalu. Model pemungutan suara di luar negeri menggunakan pos, drop box dan datang ke Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di seluruh kedutaan besar.
“Kalau pemilihan di luar ne-geri dilaksanakan saat libur kerja setempat. Jadi, tidak meliburkan warganya pada hari kerja, karena yang melakukan pemungutan suara hanya sebagian kecil warga Indonesia di sana,” kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Agus Riyanto, Jakarta, Jumat (27/6).
Peran serta Polri dalam pe-ngamanan pemungutan suara di luar negeri, bersifat membantu kepolisian setempat. Itu dilakukan agar proses pemungutan suara tertib dan lancar. “Jumlahnya ada 24 orang, kita tempatkan di beberapa negara, seperti di Hongkong, Arab Saudi, Singapura dan Malaysia,” ujar Agus Riyanto.
Meskipun pemungutan sua-ra di luar negeri waktunya lebih awal dari di Indonesia, tetapi penghitungannya serentak. “Jadi pemungutan suara Pilpres ditentukan pada hari libur. Sama seperti Pemilu Legislatif, jadwalnya lebih awal dibanding di dalam negeri, tapi penghitungannya sama serentak,” katanya.

Sumber : http://www.borneonews.co.id (1 Juli 2014)


Leave a Reply